![]() |
Aktivis Kemanusiaan AS Rachel Corrie |
"Keputusan hakim merupakan kekalahan bagi keadilam dan akuntabilitas. Namun sebaliknya itu merupakan kemenangan bagi impunitas militer Israel," ujar Richard Falk, seperti dikutip Trend, Jumat (31/8/2012).
"Putusan pengadilan yang dijatuhkan pada Selasa 28 Agustus lalu terkait gugatan perdata yang diajukan keluarga Corrie adalah bentuk pembebasan bagi militer dan pemimpin politik Israel," tambah Falk.
Dalam gugatan perdata, pengadilan diketahui memutuskan, Israel tidak bersalah atas kematian Corrie karena pasukan yang bertugas tidak melakukan kesalahan sementara semua yang terjadi dilakukan sesuai prosedur.
Hal ini dapat disimpulkan bawah tidak ada kelalaian atau kesengajaan yang dilakukan militer Israel.
Hal ini dapat disimpulkan bawah tidak ada kelalaian atau kesengajaan yang dilakukan militer Israel.
Keluarga Corrie yang tidak puas dengan putusan hakim mengatakan, mereka akan mengajukan banding.
Corrie yang merupakan aktivis International Solidarity Movement (ISM) tewas di usianya yang ke-23 tahun akibat dilindas buldoser Israel. Saat itu dirinya dan beberapa rekannya berusaha mencegah penghancuran pemukiman Palestina di perbatasan Mesir-Gaza. Insiden ini diketahui terjadi pada 15 Maret 2003 lalu.
Menurut hakim yang memimpin penyelidikan Oded Gershon, kasus kematian Corrie ini murni hanya kecelakaan. Corrie juga dinyatakan bersalah karena dinilai telah membahayakan dirinya sendiri. Falk mengatakan, keputusan pengadilan itu secara hukum berhadapan langsung dengan Konvensi Jenewa yang memerintahkan negara penjajah melindungi masyarakat sipil tanpa syarat.
"Sebagai seorang relawan Corrie berhak mendapat perlindungan oleh pasukan Israel dan pembongkaran pemukiman penduduk tampaknya juga melanggar perjanjian atas sejumlah fasilitas sipil." ungkap Falk.
"Ini adalah hasil yang menyedihkan tidak hanya bagi keluarga Corrie. Namun juga bagi penegakan hukum dan harapan akan proses peradilan yang memihak warga sipil tak berdosa serta tidak bersenjatadi sebuah wilayah pendudukan," tegas.
Falk yang merupakan salah seorang ahli hukum internasional telah menjadi anggota ahli PBB sejak 2008 lalu. Sosoknya juga dikenal sebagai kritikus vokal terhadap Israel.
sumber : kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar